Jose Mourinho menjadi nama terbaru yang dipercaya Real Madrid untuk mengarahkan setiap langkah mereka. Tugas ini berat karena sebelumnya Real Madrid dikenal sebagai tim raksasa dengan kemampuan yang sangat mematikan. Carlo Ancelotti mengukir nama klub ini sebagai salah satu yang terkuat di seantero benua Eropa. Mewarisi klub dengan reputasi sebesar dan sekuat ini tidak akan mudah. Tapi Mourinho percaya kalau pengalamannya di Inggris akan bisa memberikan tim ini jawaban yang mereka perlukan. Ada beberapa strategi yang ada dalam benak Mourinho, yang dia percaya akan bisa mengantarkan tim ini terbang lebih tinggi, termasuk untuk urusan pengaturan pemain. Dalam benaknya, dia sudah memiliki rencana untuk masing-masing pemain yang ada sekarang, baik yang lama atau baru. Semua dipertimbangkan dengan matang, termasuk untuk Yan Diomande yang belakangan menarik perhatian publik.
Beri Petunjuk tentang Yan Diomande
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, tampil ke publik memberikan informasi penting yang ditunggu penggemar mereka. Pernah melatih Chelsea, Mourinho memberi petunjuk awal tentang peran yang akan dimainkan Yan Diomande bersama mereka sesuai dengan rencana yang sudah dia siapkan. Informasi ini menjadi sangat penting terutama bagi penggemar. Ada rasa khawatir kalau pemain ini akan segera meninggalkan mereka setelah hanya bermain 6 menit dalam pertandingan melawan Real Sociedad. Dalam pertandingan ini, Chelsea memang berhasil menang dengan skor cukup telak. Tapi menang 4-1 dari lawan mereka masih belum cukup untuk meyakinkan penggemar tentang rencana Real Madrid bagi pemain tadi.
Pemain Real Madrid tadi bergabung dengan Los Blancos dengan alasan yang sangat jelas. Dia paham kalau langsung bermain bersama tim utama Los Blancos tidak akan mudah. Bermain di tim dengan kumpulan pemain elite yang sangat besar seperti yang terjadi sekarang di Real Madrid tidak akan mudah dan dia sudah mengetahui kondisi ini dari awal.
Sekarang kenyataan ini yang harus langsung dia hadapi empat mata. Meski Real Madrid sudah menjalani pertandingan kedua mereka dalam kurun hanya 4 hari. Mourinho memilih untuk mempertahankan formasi tim utama yang sama. Formasi ini tetap dia kerahkan ketika mereka melawan Real Sociedad. Dalam formasi ini, Mourinho mengerahkan Arda Guler di sisi kanan sementara Vinicius Junior di bagian kri. Kemudian dia juga menempatkan Kylian Mbappe di depan Jude Bellingham. Sedangkan pemain yang menjadi topik pembicaraan kali ini hanya mendapat tugas di bangku cadangan.
Waktu Bermain Masih Minim
Penggemar memang punya alasan yang sangat kuat untuk khawatir tentang pemain ini. Bertanding melawan Real Sociedad nyaris berakhir dengan dia tidak mendapat kesempatan tampil. Tapi akhirnya Mourinho memberi kepercayaan ini. Pemain berusia 19 tahun ini akhirnya mendapat kesempatan yang dia perlukan. Dia mendapat kesempatan tampiml selama kurang lebih 6 menit. Kesempatan ini sangat berarti meski banyak orang beranggapan kalau kehadirannya tidak terlalu berdampak karena selisih gol mereka dengan lawan yang sudah cukup jauh. Waktu enam menit dianggap tidak cukup untuk sekadar memanaskan permainannya. Maka tak heran kalau beberapa media hanya melihat kesempatan ini digunakan Mourinho untuk sekadar melihat sekilas penampilannya kalau benar-benar tampil.
Keterlibatannya yang sangat terbatas memang tak cukup, tapi sudah memenuhi kriteria untuk membuat setiap gerak-geriknya diperhatikan. Publik juga semakin penasaran karena sebelumnya Mourinho sempat berkomentar tentang kehadiran pemain remaja ini. Pelatih berdarah Portugal ini sampai mengakui kalau Yan Diomande bukan pemain yang dia sarankan untuk mereka tarik ke Real Madrid.
Yan Diomande Berjuang Dapatkan Waktu
Pernyataan ini langsung membuat publik dan penggemar Real Madrid penasaran tentang apa yang akan terjadi berikutnya dengan Yan Diomande. Sampai saat ini, beluma da petunjuk kalau Mourinho sudah menyiapkan peran untuk pemain asal Pantai Gading ini. Tapi dua pertandingan yang mereka jalani sampai sekarang masih jauh dari kata cukup untuk bisa mendapat gambaran penuh tentang peran yang akan dia dapatkan dari pelatih mereka. Hanya memang perlu diakui kalau minggu pembuka dari turnamen yang baru telah menyodorkan tantangan yang harus diantisipasii dengan baik oleh Jose Mourinho dan semua pemainnya.
Guler telah menunjukkan permainan potensialnya dari mereka menjalani tur pramusim sampai sekarang. Sementara Vinicius masih menjadi pilihan utama mereka di sisi sayap seberang. Rodrigo juga bisa memberikan Mourinho opsi serangan yang lebih berpengalaman. Penempatan ini akan membuat Yan Diomande harus berjuang dengan ekstra keras untuk semata bisa mendapat tugas dari Mourinho.
Penampilan singkat yang diad apatkan dari pertandingan melawan Real Sociedad memang membawa harapan. Ada harapan lebih besar kalau dia akan bisa mendapat kesempatan bermain lebih sering daripada sebelumnya saat melawan Espanyol. Pada momen ini, Yan Diomande bermain langsung dengan menguasai bola. Dia berharap bisa menyerang bek lawan dan melakuakn serangan ke gawang, sekaligus menekan permainan dari lawan mereka.
Aspek yang paling mencolok dari poermainannya mungkin terletak pada posisinya. Daripada menyerang dari posisi kanan, tempat yang diprediksi akan dia kuasai lebih baik, Mourinho justru menempatkannya di bagian depan kiri. Keputusan ini mungkin akan memberi dampak signifikan terhadap peran yang akan dia jalankan bagi klub ini.
Kemampuannya untuk bermain dari kedua sisi lapangan akan memberikan Mourinho kemampuan bermain yang lebih fleksibel. Kemampuan ini juga berpeluang memberikan pemain remaja ini 2 rute yang bisa dia manfaatkan daripada hanya 1 jalur. Dengan Rodrigo dan Guler yang bisa bermain dari kanan, pemain ini bisa saja akan semakin berpotensi untuk bisa membantu sebagai alternatif Vinicius di bagian kiri. Peran ini akan semakin intens terutama kalau Real Madrid perlu melakukan rotasi ketika mereka menghadapi jadwal kompetisi domestik dan regional.
Untuk saat ini memang, Mourinho terlihat lebih tertairk untuk memperkenalkan pemain baru mereka di musim panas. Mereka mulai diperkenalkan satu per satu lewat pertandingan-pertandingan awal. Pola seperti ini bisa dianggap sebagai taktik Mourinho untuk mengenal kemampuan mereka secara praktis satu demi satu. Cara ini juga dianggap lebih efektif daripada langsung memberi mereka semua peran permanen.
Pendekatan ini mungkin tidak terlalu mengejutkan mengingat usia Yan Diomande dan tingkat kompetisi yang ada di sekitarnya. Tapi pengakuan Mourinho di awal menunjukkan kalau dia tidak secara pribadi mendorong Real Madrid untuk menarik gelandang ini untuk datang. Pernyataan ini yang kemudian menambah liar spekulasi yang ada sekarang.
Niali transfer yang meningkat juga membuat penggemar berharap banyakd ari pemain ini. Bahkan jika kemampuan serang Madrid masih perlu dikembangkan, semua penasaran dengan peran besar yang akan diberikan pemain barunya. Kelincahan yang dimiliki pemain baru mereka akan memberi jalan bagi peluang-peluang yang baru seiring perjalanan turnamen. Pesan awal dari Mourinho sudah jela: dia harus berjuang untuk mendapatkan perannya, bukan dari jaminan yang langsung didapatkan di awal.
