Lompat ke konten
Home » Reaksi Oliver Glasner usai Crystal Palace Kalah dari Macclesfield

Reaksi Oliver Glasner usai Crystal Palace Kalah dari Macclesfield

  • oleh

Tidak semua pertandingan berjalan seperti yang diharapkan. Ada masanya tim yang dikenal handal dan lihai dalam menghadapi lawan mereka justru harus menghadapi pertandingan yang di luar ekspektasi. Perbedaan yang terjadi dalam jumlah poin atau peringkat tidak selamanya menjamin kalau tim yang jauh lebih rendah akan selamanya lebih lemah dan bisa dikalahkan begitu saja. Ini alasan bagi semua pelatih dan tim yang kuat kalau setiap pertandingan punya arti dan nilai yang sama penting. Menganggap lawan remeh bisa mendatangkan dampak fatal bagi tim, persis seperti yang terjadi dengan Crystal Palace dan Macclesfield. Dua tim yang terpisah jauh dari segi peringkat harusnya membuat sisi asal Liga Primer Inggris menang dengan mudah. Tapi kenyataan justru menampilkan Macclesfield yang menang dalam pertandingan ini.

Pengakuan Pelatih Crystal Palace

Pengatur strategi tanding Crystal Palace, Oliver Glasner, menyampaikan permintaan maafnya kepada publik. Di amengakui kalau timnya kekuangan semuanya dalam pertandingan terbaru mereka di hari Sabtu. Pertandingan ini menjadi sorotan publik ketika mereka yang peringkatnya berada jauh di atas Macclesfield justru harus mengakui keunggulan lawan mereka. Kekalahan di Piala FA ini menjadi bukti serius kalau tidak ada pertandingan yang kurang berarti atau lebih mudah untuk sebuah tim sepakbola. Semua pertandingan punya kesulitan yang sama dan menuntut persiapan yang sama-sama serius dari mereka yang bertanding.

Macclesfield berhasil menjadi tim yang menarik perhatian pada pertandingan ini. Mereka sukses menunjukkan kalau meski tim mereka berada di peringkat yang jauh di bawah lawan, tapi perbedaan ini tidak membuat mereka lantas kehilangan semangat. Justru tim yang berasal dari kasta Liga Nasional Utara ini berhasil bermain dengan penuh percaya diri. Kepercayaan diri dan strategi yang diracik dengan matang menjadi kunci merkea dalam mengalahkan lawannya yang pernah beberapa kali menjuarai kompetisi Piala FA beberapa kali dimasa lalu. Dua gol berhasil mereka lesatkan ke gawang lawan, lebih banyak dari sisi seberang yang hanya mencatatkan 1 gol. Kedudukan ini terus bertahan sampai akhir pertandingan, membuat wasit akhirnya menyatakan mereka berhak untuk menikmati kemenangan spektakuler ini.

Perbedaan Jauh dengan Macclesfield

Isaac Buckley dan Paul Dawson menjadi dua pemain dari sisi Macclesfield yang menyelamatkan mereka dalam pertandingan ini. Masing-masing 1 gol yang mereka masukkan ke gawang Crystal Palace membuat tim ini mendapat pujian dari penggemar dan penonton yang menyaksdikan pertandingan ini. Sementara dari sisi lawan, mereka tidak bisa berbuat banyak sebatas menikmati penghiburan yang didapatkan oleh Yeremy Pino. Gol yang dibuatnya ke gawang Macclesfiedl menjadi satu-satunya penghibur bagi tim asal Liga Primer Inggris untuk pertandingan ini.

Hasil pertandingan ini memang sukses membuat banyak orang terkejut. Dua tim yang bertanding berasal dari peringkat yang terpaut jauh sekali. Macclesfield mengawali pertandingan ini dengan berada 117 peringkat di bawah lawan mereka, membuat tim ini langsung kurang diunggulkan untuk bisa menang dallam pertandingan ini. Tapi kepercayaan diri yang mereka tanamkan dari awal berhasil membuat mereka memutarbalikkan anggapan ini. Memanfaatkan kelengahan dari tim lawan, pertandingan ini membuktikan kalau tim papan bawah sekalipun bisa menjadi ancaman serius utuk tim yang berasal dari papan atas.

Pelatih Crystal Palace Mengaku Kekurangan Semuanya

Kalah dari pertandingan ini langsung berdampak serius pada reputasi Crystal Palace. Oliver Glasner yang melatih mereka mengakui kalau timnya memang layak untuk kalah dari putaran ketiga kompetisi ini. Dia kemudian menunjuk pada kualitas yang kurang sebagai pemicu kekalahan mereka.

Setelah pertandingan, pria menyampaikan ucapan selamat kepada rival mereka atas kemenangan mereka. Dia juga menekankan kalau mereka kurang semua kualitas bermain yang seharusnya bisa merkea miliki. Kebobolan gol dari sundulan adalah bukti yang tak bisa mereka bantah. Tim ini harusnya bisa bermain dengan lebih baik. Gol kedua seharusnya mustahil terjadi, seperti komedi yang seharusnya bisa mereka cegah dari awal serangan ini disusun.

Pertandingan ini juga menunjukkan kalau merkea tidak bisa menciptakan peluang ketika sudah ada ruang untuk bisa memreka manfaatkan. Sepanjang pertandingan mereka tidak bisa bermain dengan baik. Mereka kalah dan memang layak untuk kalah. Sebagai pelatih, dia berharap untuk bisa mendapatkan permainan terbaik dari semua pemainya. Dia menurunkan lebih banyak striker di babak pertama, tapi upaya ini tak banyak membantunya. Tidak ada penjelasan yang bisa dia dapatkan dari pertandingan pada hari ini. Dia juga menegaskan kalaud alam pertandingan seperti ini, tim tidak butuh taktik tingkat dewa. Tim hanya perlu menunjukkan kalau mereka bisa mengatasi lawannya dan bermain dengan rasa bangga. Baru mereka bisa bermain dengan cara dan level yang sama sekali berbeda, tapi hari itu justru membuktikan kalau mereka gagal melakukan semua hal ini.

Oliver Glasner semakin terpojok dengan hasil pertandingan ini. Kontrkanya dengan Crystal Palace hanya akan bertahan sampai akhir musim ini. Dengan hasil buruk seperti ini, cukup wajar jika nanti melihat dia tidak akan mendapatkan tawaran untuk meneruskan tugasnya di Selhurst Park.

Tapi dia mungkin tak akan sulit untuk menemukan kesempatan lain seandainya belum memilih untuk pensiun dini. Ada beberapa tim yang meliriknya sebagai kandidat untuk melatih tim mereka. Manchester United yang baru saja ditinggalkan Ruben Amorim sejak beberapa bulan lalu berdiri di barisan depan utnuk mendapatkan tanda tangannya. Di kacamata mereka, pelatih asal Austria ini meninggalkan kesan positif selama masa kerjanya dengan Elang.

Tapi Crystal Palace sekarang sedang berhadapan dengan masa-masa sulit. Mereka gagal mencapai tujuan yang diminta jajaran atas tim ini dari awal musim. Banyak penggemar yang mengkritik keras tim ini setelah gagla menang dalam 9 pertandingan terakhir mereka. Tidak hanya di Liga Primer, mereka seolah kehilangan cakar di semua kompetisi yang mereka ikuti. Dengan hasil buruk seperti ini, diprediksi akan ada perubahan cukup besar yang akan terjadi di tim ini sampai akhir musim. Marc Guehi yang bertugas sebagai kapten akan segera pergi di akhir musim, seandainya saja dia gagal untuk pindah di musim ini. Sementara dua pemain lain yaitu Jean-Philippe Matta dan Adam Wharton sudah lama dispekulasikan akan mencari cara untuk keluar. Tapi sampai berita ini kami umumkan, belum ada informasi tentang tim yang mungkin siap untuk menerima mereka sebagai pemainnya.