Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, ada topik penting yang menghiasi pemberitaan banyak media massa. Banyak media mengklaim kalau Piala Dunia 2026 akan menjadi Piala Dunia terakhir yang diikuti oleh dua legenda sepakbola dunia: Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Maka ketika turnamen ini akhirnya dimulai, publik mengharap ada kejutan luar biasa yang dua pemain legendaris ini lakukan. Lionel Messi sudah lebih dulu mengejutkan dunia berkat gol-gol luar biasa yang dia lakukan dalam turnamen ini. Publik sempat skeptis dengan pemain yang satunya. Tak sedikit mengkritiknya karena dianggap bermain untuk diri sendiri dan bukan sebagai satu tim. Tapi akhirnya, kapten tim nasional Portugal ini membungkam semua pernyataan ini. Dalam pertandingan mereka melawan Uzbekistan, dia mencetak prestasi mengagumkan. Dia menjadi pemain pertama yang bisa mencetak gol dalam 6 seri Piala Dunia.
Cristiano Ronaldo dan Portugal Bantai Habis Uzbekistan
Portugal kembali menunjukkan kegaharan permainan mereka di tingkat global. Di Piala Dunia 2026, ketikamerkea berhadapan dengan Uzbekistan dalam laga kedua Grup K, timnas Portugal membantai habis lawan mereka. Lima gol menjadi bukti keganasan permainan tim ini, yang tidak bisa dibalas sama sekali oleh lawan mereka. Kemenangan telak ini, menurut M88, menjadi modal untuk menempatkan nama mereka kembali sebagai salah satu kandidat untuk menjuarai turnamen ini. Tapi semua yang mereka capai dengan hasil ini masih belum bisa dibandingkan dengan fakta sebenarnya dari rekor yang terjadi dalam pertandingan ini, terutama di menit ke-6.
Cristiano Ronaldo menjadi fokus perhatian dunia dalam pertandingan ini. Namanya menjadi perhatian setelah sebelumnya sempat menjadi pusat kritik. Dia dikritik karena sempat tidak mencetak gol sama sekali dalam pertandingan mereka melawan timnas Republik Demokratik Kongo. Tapi lewat pertandingan melawan Uzbekistan ini, dia membungkam semua kritik dengan serangan tunggal dengan kaki kanannya. Dengan serangan yang sama, dia juga mencetak rekor bersejarah lainnya. Gol ini menjadikannya pemain pertama dalam sepanjang sejarah yang bisa mencetak minimal 1 gol dalam 6 seri kejuaraan Piala Dunia.
Dengan usia 41 tahun, banyak orang tak terlalu berharap banyak dari pemain legendaris asal Portugal ini. Tapi dia kembali membuktikan kematangan dan ketajaman permainannya dengan gol kedua. Gol ini lahir hanya beberapa saat sebelum pertandingan memasuki jeda antarbabak. Rafael Leao kemudian memastikan keunggulan telak mereka dengan gol di menit-menit terakhir. Lima gol yang mereka cetak di pertandingan ini langsung menjadi identitas baru negara ini. Mereka bukan lagi negara yang bisa dianggap enteng. Lima gol dalam pertandingan ini mendefinisikan kembali timnas Portugal sebagai negara dengan hasrat yang jelas dan terukur untuk menjadi juara Piala Dunia 2026.
Fakta Pertandingan Portugal vs Uzbekistan
Skuad Roberto Martinez langsung bermain dengan agresif dari menit pertama pertandingan dimulai. Penonton yang hadir dalam pertandingan ini menjadi saksi ketika hanya butuh 6 menit bagi Cristiano Ronaldo untuk menorehkan namanya dalam daftar pencetak gol.
Di balik gol ini, Joao Cancelo bergerak cepat menyisir sayap kanan. Bergerak dengan lincah, dia kemudian melancarkan umpan rendah yang akurat menuju kotak penalti. Menyadari langkah rekannya, kapten mereka bergerak cepat menuju bagian ini dan langsung menerima umpan dengan sempurna. Dia kemudian melancarkan serangan pertamanya dengan selisih jark yang sangat tipis dengan mistar gawang. Semua penggemar mereka yang menyaksikan gol ini langsung bersorak sorai peuh semangat.
Nuno Mendes kemudian menggandakan keunggulan mereka hanya beberapa saat setelahnya. Dia memanfaatkan momen tendangan bebas yang diluncurkannya ke pojok kiri gawang. Kapten mereka, Cristiano Ronaldo, kemudian kembali bergerak ke sisi gawang untuk memberikan ruang bagi rekan setimnya untuk berkontribusi dalam pertandingan ini.
Gol ketiga timnas Portugal lahir hanya beberapa saat sebelum jeda pertandingan. Brun Fernandes meniti bola untuk kapten mereka. Berkat kemampuannya untuk menyelaraskan pergerakan dan waktu yang dibutuhkan untuk mencetak gol, dia melancarkan serangan yang dieksekusi dengan baik ke pojok dalam gawang lawan mereka.
Menanggapi serangan bertubi-tubi yang mereka dapatkan, Uzbekistan beberapa kali berusaha untuk melakukan serangan balik sambil bertahan. Azizjon Ganiev berusaha mencetak gol menggunakan serangan jarak jauh. Tapi upaya ini dimentahkan wasit karena diduga terlibat dalam pelanggaran saat dicoba dilakukan. Mereka kemudian harus menelan ludah ketika gol bunuh diri dari Abduhovid Nematov di menit ke-60 memastikan lawan mereka bergerak semakin jauh. Nasib mereka semakin tidak bisa diselamatkan ketika Rafael Leao melakukan serangan pamungkasnya.
Hasil pertandingan ini sebenarnya hanya menjawab prediksi awal banyak orang. Portugal mengnedalikan pertandingan ini nyaris di semua sektor. Sementara Uzbekistan hanya bisa memiliki sediit kendali terutama terhadap iram dan pergerakan lawan mereka. Tak ada banyak yang bias mereka lakukan kecuali melihat rival mereka menyerang dengan membabi buta dari semua titik.
Dunia Disuguhkan Penampilan Cristiano Ronaldo yang Kontras
Pertandingan mereka melawan Uzbekistan dalam artian tertentu menjadi penampilan kontras dari seorang pemain legendaris. Hanya terpisah 7 hari, dunia disuguhkan dengan dua versi yang berbeda dari Cristiano Ronaldo.
Ketika mereka melawan timnas Republik Demokratik Kongo, dia tampil mengecewakan. Tiga serangan, nihil gol, dan permainan yang memicu kembali perdebatan sengit tentang peran seharusnya seorang pemain berusia 41 tahun dalam kompetisi sekelas Piala Dunia, terutama di skuad utama. Sementara ketika mereka bertarung melawan Uzbekistan, jawaban dari semua keraguan ini muncul hanya dalam 6 menit sejak peluit babak pertama dimulai.
Gol pertama menjadi pemecah rekor. Cristiano Ronaldo kini menjadi pemain pertama dalam sepanjang sejarah Piala Dunia yang berhasil mencetak gol dalam 6 seri turnamen. Dia melakukannya di Piala Dunia 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan terakhir di Piala Dunia tahun ini. Belum pernah ada pemain lain dalam sepanjang sejarah turnamen ini yang pernah bisa mencapai titik ini. Pele, Lionel Messi, Klose, dan pemain lain belum pernah melakukan prestasi ini. Yang dia lakukan menjadi statistik luar biasa yang terbentang dalam 20 tahun perjalanan. Statistiknya terbentang dari kiprahnya sebagai pemain berusia 21 tahun yang mengambil tendangan penalti melawan Iran di Jerman sampai serangan yang nyaris melebar dari gawang di usia 41. Rentang yang sangat lebar seperti ini sulit dicapai pemain lain.
Waktu rekor ini tercipta juga sangat persis, ketika dunia sedang terbelah dalam pembicaraan tentang Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Hanya 24 jam sebelumnya, pemain legendaris Argentina ini menjadi pencetak gol terbanyak di sepanjang sejarah Piala Dunia. Dia mencapainya dengan 18 gol berkat golnya saat melawan Austria. Sedangkan kapten timnas Portugal baru mendapat 10 gol sampai titik ini, sebuah selisih yang sangat jauh. Tpai rekor mencetak gol dalam 6 sesi Piala Dunia sekarang hanya menjadi milik eksklusifnya. Sementara Messi, yang gagal mencetak gol di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, tidak bisa mengimbangi prestasi ini.
Di usia 41 tahun dan 138 hari, kapten timnas Portugal ini juga menjadi pencetak gol tertua kedua di sejarah Piala Dunia. Dia berada persis di bawah Roger Milla yang berusia 42 tahun ketika mencetak gol bagi timnas Kamerun di 1994. Tahun ini juga kemungkinan menjadi Piala Dunia terakhir untuk kapten timnas Portugal tadi, sehingga dia berusaha keras untuk bisa memberikan warisan bagi negaranya.
Bagi timnas Portugal, rekor ini punya arti lebih. Kemenangan pertama mereka di turnamen ini, rasa empati dan kepercayaan diri membuat mereka dalam posisi unggul di Grup K dan siap melaju ke pertandingan grup terakhir mereka melawan Kolombia. Dengan Cristiano Ronaldo, mereka siap bermain tajam, menyatu, dan mengancam jauh lebih baik daripada ketika mereka melawan Kongo.
