Bermain di klub besar seperti Paris Saint-Germain tak selamanya memberi jaminan untuk kiprah seorang pemain sepakbola. Jika tidak diiringi dengan manajemen beban yang tepat, seorang pemain justru bisa kehilangan kesempatan untuk bersinar di tempat yang seharusnya bisa menjadi lingkungan sempurna untuk menyinarkan pesona dan kemampuan masing-masing kepada dunia. Mimpi buruk semacam ini sedang terjadi dan dialami langsung oleh Achraf Hakimi. Pemain Paris Saint-Germain ini kembali mengalami cedera. Dia terpaksa harus mundur dari pertandingan mereka ketika melawan Brest.
Achraf Hakimi Kembali Cedera
Paris Saint-Germain sedang menanti informasi penting tentang kondisi pemain mereka. Klub dari ibukota negara Perancis ini sedang menanti hasil dari pemeriksaan medis yang dia lakukan sebelumnya. Pemeriksaan harus dilakukan setelah dia mengalami cedera ketika menjalani pertandingan melawan Brest. Paris Saint-Germain juga mendorong tindakan ini diambil setelah dia juga sempat mengalami 2 cedera di musim sebelumnya. Dalam kondisi biasa, perintah untuk menjalani pemeriksaan semacam ini sebenarnya bukan hal yang baru. Wajar kalau seorang pemain mendapat arahan dari klub untuk menjalani pemeriksaan demi mendapat informasi terbaru tentang kondisi mereka Tapi khusus untuk kasus yang melibatkan pemain ini, penggemar punya alasan yang cukup kuat untuk merasa khawatir. Bagi mereka, kondisi ini tidak hanya menyangkut tentang kondisi pemain tadi setelah mengalami cedera. Tapi mereka juga merasa khawatir tentang kans bagi pemain ini untuk tetap mendapat waktu bermain untuk kesempatan berikutnya.
Paris Saint-Germain akhirnya bisa mengamankan kemenangan perdana mereka di Liga 1 pada hari Minggu untuk musim ini. Kemenangan akhirnya menjadi milik mereka setelah menundukkan Brest dengan skor tipis 1-0. Tapi pertandingan ini tidak terasa sempurna karena satu pemain mereka, Achraf Hakimi, tidak bisa menyelesaikan pertandingan sampai akhir. Pemian belakan berdarah Maroko ini terlihat kesulitan bermain di babak pertama. Dia sempat mencoba untuk melanjutkan pertandingan. Tapi akhirnya pelatih mereka memutuskan kalau risikonya terlalu besar. Dia lantas memutuskan untuk segera menarik keluar pemain ini dan memasukkan penggantinya ketika pertandingan sudah berjalan 39 menit.
Setelah pertandingan berakhir, Luis Enrique yang bertindak sebagai pelatih mereka mencoba memberi petunjuk tentang kondisi yang terjadi. Pelatih Paris Saint-Germain ini mengindikasikan kalalu pemainnya merasa sensasi tidak nyaman di bagian otot aduktor. Tapi dia masih belum bisa memberikan kepastian cedera yang terjadi, area yang terdampak, model perawatan yang akan mereka lakukan, sampai perkiraan pemain ini harus menyingkir untuk sementara waktu. Berbagai pertanyaan penting yang masih belum mendapat jawaban ini yang kemudian membuat penggemar mereka bertanya-tanya tentang hal yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Kondisi Achraf Hakimi Beri Pesan Serius
Cedera terbaru yang menimpa pemain tadi bukan sebuah peristiwa yang baru pertama kali terjadi. Justru menurut catatan yang kami kumpulkan, Achraf Hakimi termasuk pemain yang cukup bersahabat dengan cedera. Dia sempat absen selama 22 pertandingan pada musim yang lalu. Ada 17 pertandingan yang harus dia lewati karena mengalami cedera otot tumit yang parah di bulan November. Dia sempat pulih, tapi kemudian kembali absen dalam 5 pertandingan lain. Kali itu, dia terpaksa harus absen karena mengalami kendala di bagian otot paha, tepatnya pada musim semi.
Dua periode absen ini harus dipandang dengan cukup serius bukan tanpa alasan. Pemain ini terpantau absen sampai 80 hari. Periode absen yang sangat panjang bertolak belakang dengan citranya sebagai seorang pemain yang bisa bermain di bawah tekanan dan tensi pertandingan yang sangat tinggi dari satu pertandingan ke pertandingan yang lain. Reputasi ini sempat melekat kepadanya di musim 2024/25.
Memang, perlu ada pemeriksaan yang jauh lebih ekstensif untuk bisa mengetahui hal persis yang terjadi sebenarnay dengan pemain ini. Terlalu dini untuk menggambarkannya sebagia seorang pemain yang rentan. Cedera tumit kaki yang disebabkan tekel keras dari Luis Diaz jelas sebuah jenis cedera otot yang sama sekali berbeda dengan cedera dalam kondisi normal.
Musim sebelumnya yang dia jalani juga memang meninggalkan masalah yang kurang lebih serupa. Waktu itu juga muncul pertanyaan tentang dampak cedera yang dia alami terutama ketika dia menghabiskan banyak waktu untuk bermain bersama tim nasional Maroko. Pemain Paris Saint-Germain ini sempat harus mengejar waktu untuk bisa mencapai kondisi prima untuk bisa bergabung dalam tim nasional Maroko untuk menghadapi Piala Antarbangsa Afrika. Setelah turnamen selesai, dia kembali dipaksa harus mengejar waktu untuk bisa pulih dengan segera. Kehadirannya diharapkan cepat karena PSG waktu itu sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi partai final Liga Champions, dilanjutkan dengan Piala Dunia.
Keraguan penggemar juga menyasar aspek yang lain. Beberapa penggemar mulai meragukan hasil permainan yang dia berikan kepada PSG. Memang Achraf Hakimi masih bisa menunjukkan keahliannya dalam mencakup area pertandingan yang luas. Tapi dampak permainannya terhadap serangan yang mereka bangun di baris terdepan terlihat mulai berkurang terutama kalau dibandingkan dengan musim sebelumnya.
Kami juga mencatat kalau pemain ini masih sempat terlibat dalam aksi PSG. Dia terlibat dalam langkah menentukan setiap 335 menit sekali pada tahun 20256. Anngka ini meningkat tajam dari sebelumnya 1 kali dari setia 194 menit di tahun 2025. Peningkatan ini dapat dimaknai negatif dan bisa berdampak buruk pada peran yang akan disiapkan oleh PSG untuknya di masa depan. Tapi terlalu cepat untuk mengambil sebuah kesimpulan. Perubahan dalam sebuah tim bukan hal yang aneh terjadi. Perubahan yang terjadi dalam barisan pemain PSG, termasuk di bagian kanan, dapat juga dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi waktu tandingnya yang berkurang.
Menanti Solusi PSG
Bagi PSG: ada pertanyaan penting yang mengemuka menjelang pertandingan mereka melawan Olympique de Marseille. Ketika seorang pemain handal absen, Warren Zaire-Emery bisa mengisi tugas di bagian kanan. Tapi penempatan ini tidak bisa menggantikan semua kualitas yang ditunjukkan pemain asal Maroko tadi.
Mohamed Ouahbi juga akan memantau hasil dari pemeriksaan nanti. Singa Atlas dijadwalkan akan mengawali pertandingan mereka di Piala Antarbangsa Afrika dengan menghadapi Gabon pada fsae kualifikasi. Dua negara ini akan saling beradu kemampuan pada tanggal 25 September. Permainan mereka akan kembali diuji pada 29 September ketika berhadapan dengan Lesotho. Baru kemudian mereka akan melakoni beberapa laga persahabatan di awal bulan Oktober. Pada fase ini, belum ada yang bisa menjamin kalau dia akan absen dalam dua seri ini.
Mengelola beban kerja mantan pemain Inter Milan ini bukan perkara yang baru. Sebuah program spesifik telah dirancang PSG kepada Achraf Hakimi. Program ini dirancang untuk bisa mengurangi potensi cederanya setelah menghadapi jadawal yang sangat ketat bersama PSG maupun tim nasional Maroko. Dia memang tidak akan kehilangan semua kemampuannya dalam satu malam, kemampuan yang menjadikannya salah satu pemain terbaik untuk posisinya sekarang. Tapi setelah melalui satu musim dengan tempat di pinggir lapangan, cedera yang terakhir kali memang membuat banyak orang khawatir. Banyak pihak ragu kalau masalah ini akan mengurangi kekuatan dan ketajamannya dalam bermain.
